SEKILAS INFO

     » Selamat Datang di Website Kantor Kecamatan Gemarang Jl. TGP No. 15 Telp. (0351) 7890001
Senin, 14 November 2016 - 10:09:51 WIB
Pemberdayaan Rumah Sayur

Diposting oleh : Administrator
Kategori: PKK - Dibaca: 90 kali

MENINGKATKAN kesejahteraan masyarakat tidak harus dengan mendongkrak pendapatannya. Tetapi juga bisa dengan memangkas biaya pengeluaran sehari-hari. Berangkat dari pemikiran itulah, Kepala Desa (Kades) Durenan, Purnomo, mencetuskan ide untuk merintis rumah sayur. Ide ini sejalan dengan visi misi menjadikan Durenan Makmur Sejahtera dan Bermartabat. ‘’Setelah melakukan riset, saya mendapati kebutuhan masyarakat di desa cukup tinggi. Setiap kepala keluarga (KK) minimal harus merogoh kocek antara Rp 5.600 sampai Rp 7.000 untuk belanja sayur setiap harinya,’’ terangnya.

Temuan ini, bagi Purnomo, tidak sesuai dengan kondisi geografis desanya yang terbilang memiliki lahan luas nan subur. Di mana seharusnya kebutuhan sayur mayur sehari-hari bisa dipenuhi dari kebun sendiri. ‘’Maka itu, secara swadaya akhirnya kami merintis program rumah sayur ini. Bentuknya bukan berupa bantuan langsung tunai. Melainkan bantuan tanaman hidup yang ditanam di kebun rumah masing-masing penduduk,’’ terangnya.

Jauh hari sebelum menjadi kades, Purnomo memang sudah mulai mengujicobakan program ini dalam skala kecil. Termasuk di kebun pribadi di belakang rumahnya. Dalam proses uji coba itu, Purnomo yang berangkat dengan modal Rp 170 ribu itu bisa meraup keuntungan hingga Rp 1.073.000. ‘’Modal yang ada saya belikan polybag dan benih. Saya berpesan kepada istri, setiap memetik sayur untuk memasukkan ganti ruginya seperti saat membelinya di pasar. Jika harga sayur atau buahnya itu Rp 2.000 maka yang dimasukkan kotak ya Rp 2.000. Jadi sudah dijamin lebih sehat karena sayuran yang dikonsumsi organik, proses ini ternyata cukup menguntungkan,’’ jelasnya.

Kasun Durenan, Agus Wanto menambahkan, program rumah sayur ini selain telah menyebar di rumah-rumah penduduk juga menginduk di kebun belakang rumahnya. Ruang kosong yang tidak terlalu besar dijadikan tempat pembibitan berbagai jenis benih sayur dan buah. Juga pengembangan pola tanam sejumlah varietas benih dengan memanfaatkan bekas botol air mineral dan serabut kelapa. Pola tanam unik ini digagas putra Agus Wanto, Aldo Kriswanto yang masih mengenyam pendidikan jurusan pertanian di SMKN 1 Plosokaten Kediri. ‘’Prosesnya tidak terlalu rumit dan tidak membutuhkan banyak biaya,’’ terangnya.

Camat Gemarang, Eryk Sanjaya memberikan dukungan penuh atas program rumah sayur gagasan Desa Durenan ini. Eryk yakin, program ini sedikit banyak bakal memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Karena ini masih awal, proses pengembangannya baru dilakukan secara swadaya. Jika sudah berjalan lancar tentu kami dari kecamatan akan mengupayakan support dana lanjutannya,’’ tandasnya. (BME)